BloggerInfo Klikers

Kisah Wali Songo : Merubah Tradisi Yang Bertentangan Dengan Islam Secara Perlahan

Merubah tradisi yang bertentangan dengan Islam secara perlahan yang paling efektif, dan mengesankan dalam sejarah dakwah dan penyebaran agama Islam dengan damai di Nusantara, khususnya di pula Jawa dan pulau Madura. Bahkan mungkin di dunia, adalah cara dakwah yang dilakukan oleh Wali Songo ( Sembilan Wali).

Wali Songo dalam menyebarkan agama islam, itu dengan melalui pendekatan Sosial, Budaya, Politik dan Ekonomi benar-benar sangat ellegant, arif dan cerdas. 

Bagaimana bisa para wali dalam membangun komunikasi dengan masyarakat jawa, sunda, dan madura . Yang majemuk dan hampir mayoritas beragama hindu dan budha itu. Bahkan para wali bisa mengubah keyakinan mereka, kemudian berbondong-bondong untuk memeluk agama Islam. Tentu sangat tidak mudah mengubah keyakinan jutaan orang yang sudah mengakar selama ribuan tahun. dalam waktu singkat, mereka menjadi pemeluk Islam. 

Pemecahan masalah yang di terapkan oleh para wali dalam mengubah keyakinan jutaan orang jawa, Sunda dan madura menjadi pemeluk Islam dalam waktu singkat adalah dengan menerapkan pendekatan sosial, budaya, pendidikan dan ekonomi tidak hanya secara konfrehensif tapi secara holistik, serentak dan paralel dalam waktu yang relatif bersamaan. 

Di bidang sosial dan budaya usaha para wali dalam menghindari resistensi terhadap usaha menghapuskan tradisi dan budaya masyarakat hindu dan budha yang bertentangan dengan ajaran Islam, yaitu dengan cara membiarkan tradisi dan budaya itu berkembang di masyarakat, tapi substansi dari budaya tersebut yang sebelumnya bertentangan dengan agama Islam, di ganti pelan-pelan dan diisi dengan corak islam yang kental dengan ajaran tauhid ( Meng Esa kan Tuhan). Contohnya budaya kenduri, demikian ini sesuai materi yang di ajarkan Imam Ghazali dalam kitab ihya Ulumuddin memberi corak Islam melalui bacaan tahlil.

Di bidang seni pertunjukan, sunan kalijaga, yaitu salah satu dari sembilan wali, berhasil memberikan corak islam pada pertunjukan wayang kulit yang menjadi Kesukaan masyarakat Jawa saat itu, bahkan pertunjukan wayang kulit dijadikan sarana dakwah untuk menyebarkan Islam oleh para wali. 

Di bidang politik, para wali berhasil mengislamkan putra raja Majapahit yang terakhir ( Raja Brawijaya V) selanjutnya mengangkatnya menjadi raja di Demak, Jawa Tengah dan dari Kerajaan Demak agama Islam disebarkan tidak hanya di pulau Jawa bahkan keseluruh Nusantara melalui kekuatan politik. 

Di bidang ekonomi dan perdagangan, para wali tidak hanya sebagai juru dakwah yang menyebarkan agama Islam tapi juga dikenal dalam sejarah sebagai pedagang-pedagang yang tangguh, ulet, jujur dan murah hati dengan jangkauan antar Pulau. Melalui aktivitas perdagangan dan ekonomi inilah, para wali berhasil meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup rakyat sehingga rakyat merasa simpati. 

Referensi: Nailul Huda. Agustus 2018. Tasawuf kebangsaan dalam Bingkai WaliSongo. Kediri: Santri Salaf Press

Related Posts

1 of 979

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *