Klik NewsRegionalSosial Budaya

EcoNusa Foundation dan FoPMI Tandatangani MoU Jaga Laut Indonesia

Yayasan EcoNusa Foundation dan Forum Penyelam Mahasiswa Indonesia (FoPMI) Bangun Kerjasama Jaga Laut Indonesia. Kerjasama dengan dilakukan penandatanganan MoU FoPMI dan EcoNusa Menjaga Laut Melalui Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu.

Dalam rangka menjaga laut FoPMI juga menggelar serangkaian acara di pulau Enggano Provinsi Bengkulu. FoPMI menggelar Jambore Selam Nasional XI dan Kongres Nasional Forum Penyelam Mahasiswa Indonesia (FoPMI) bekerjasama dengan EcoNusa Foundation mengadakan kegiatan bertajuk “Jaga Laut”.

Program jaga laut dilakukan sebagai upaya penyelamatan ekosistem terumbu karang dengan menurunkan 100 anakan terumbu karang dan melakukan transplantasi terumbu karang di perairan enggano khususnya di Desa Kaana, Kec. Enggano, Kab Bengkulu Utara, Bengkulu.

Hal ini merujuk sebagaimana rilis tertulis kepada redaksi kliksaja.co Sabtu (12/06/2021)

Enggano

Bengkulu merupakan Provinsi di Sumatera yang terletak pada koordinat 5°40’- 2°0’ LS 40’-104°0’ BT dengan luas area sebesar 19.788.70 km2 (7,640,46) yang berbatasan dengan, Utara : Sumatera Barat, Selatan : Lampung, Barat : Samudera Hindia, serta Timur : Jambi dan Sumatera Selatan.

Pulau Enggano yang ada di Provinsi Bengkulu, merupakan pulau yang terletak dalam wilayah administrasi Kabupaten Bengkulu Utara Kecamatan Enggano yang di kelilingi karang dan kaya dengan sumber daya.

Pulau Enggano sendiri memiliki lokasi yang strategis, hal strategis tersebut meliputi, Pertama, memiliki zona intro diving yang merupakan lokasi strategis untuk pengenalan wisata selam khususnya bagi pemula yang baru mau mencoba olahraga selam/diving.

Baca juga :   Duta Santri Mengaji Mulai Gelar Program Tahfidz di Bengkulu

Kedua, zona fun diving yang merupakan lokasi yang safety untuk penyelaman karena kondisi perairan memiliki arus yang relatif tenang dan tidak terlalu dalam.
Ketiga, zona adventure dive yang merupakan lokasi yang penuh dengan tantangan dan ditujukkan untuk wisatawan selam yang sudah sering melakukan aktivitas diving dengan jam selam lebih dari 30 jam.

Keempat, merupakan pulau terluar dan terdepan pada wilayah Indonesia Barat yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia

Namun dalam memajukan potensi wisata selam yang ada di Bengkulu khususnya di Pulau Enggano masih memiliki beberapa kendala salah satunya adalah rusaknya ekosistem terumbu karang pada beberapa lokasi spot diving di wilayah sekitar pulau enggano.

kurangnya kesadaran dan informasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir terutama Terumbu Karang di Pulau Enggano tentunya membuat masyarakat juga tidak peduli dengan kelestarian lingkungan sekitar.

Berdasarkan hal tersebut maka EcoNusa menganggap pentingnya mendukung kegiatan Forum Penyelam Mahasiswa Indonesia (FoPMI) di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara untuk melaksanakan kegiatan tranpalantasi terumbu karang sebagai bagian dari penyelenggaraan Jambore Selam Nasional – XI Forum Penyelam Mahasiswa Indonesia.

Baca juga :   Duta Santri Mengaji Mulai Gelar Program Tahfidz di Bengkulu

Marine Science Diving Club (MSDC) Universitas Bengkulu di bawah binaan Persatuan Olah Raga Selam Seluruh Idoneisa (POSSI) Bengkulu yang tergabung dalam Forum Penyelam Mahasiswa Indonesia (FoPMI) dalam kegiatan

“Jambore Selam Nasional XI dan Kongres Nasional Forum Penyelam Mahasiswa Indonesia (FoPMI)“ bekerjasama dengan EcoNusa Foundation mengadakan program “Jaga Laut” sebagai upaya penyelamatan ekosistem terumbu karang dengan menurunkan 100 anakan terumbu karang dan melakukan transplantasi terumbu karang di perairan enggano khususnya di Desa Kaana, Kec. Enggano, Kab Bengkulu Utara, Bengkulu.

Jambore Nasional

Jambore Selam Nasional XI dan Kongres Nasional Forum Penyelam Mahasiswa Indonesia (FoPMI), ini diikuti oleh 26 klub selam dari seluruh Indonesia dilaksanakan pada 6-12 Juni 2021 di Kota Bengkulu dan Pulau Enggano.

Dengan total peserta 52 orang (32 orang perwakilan klub selam seluruh Indonesia , 14 orang panitia , 5 orang BPH FoPMI, dan 1 orang undangan dari Sekolah Bahari.

Acara tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan dengan dibatasinya peserta dari masin-masing club selam dan dilakukannya rapid antigen ketika acara berlangsung.

Dengan rangkaian kegiatan nanti yang akan dilaksanaan yaitu. Pertama, mengeksplor dan memperkenalkan Potensi Bahari di Kota Bengkulu dan Pulau Enggano bagi siswa, mahasiswa, dan masyarakat.

Baca juga :   Duta Santri Mengaji Mulai Gelar Program Tahfidz di Bengkulu

Kedua, lomba fotografi dan videografi Keindahan Bahari di Kota Bengkulu dan Pulau Enggano.

Ketiga, Dive Clean dan Transplantasi Terumbu Karang.

Keempat, Bersih Pantai/Laut dan pelepasan Tukik/Penyu. Kelima, Talk Showˆdan Sarasehan FoPMI dengan Komunitas. Keenam, Kongres FoPMI.

Jaga Laut

Pada pembukaan kegiatan tanggal 06 juni 2021 yang dihadiri oleh DANLANAL Bengkulu yang merupakan Ketua PengProv POSSI Bengkulu, sekaligus membuka acara secara resmi yang dalam kesempatan ini di wakilkan oleh Palaksa LANAL Bengkulu menyampaikan ucapan selamat datang serta dukungan dan support untuk kegiatan Jambore Selam Nasional XI dan Kongres Nasional FoPMI.

Ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini bagus untuk pengembangan potensi wisata bahari Bengkulu dan upaya konservasi yang berkelanjutan untuk pulau enggano.

Dalam rangkaian pembukaan juga terdapat agenda penandatanganan MoU kerja sama antara Yayasan EcoNusa Foundation dengan Forum Penyelam Mahasiswa Indonesia (FoPMI).

Salah satu bentuk dukungan yang di berikan oleh Yayasan EcoNusa Foundation kepada Forum Penyelam Mahasiswa Indonesia (FoPMI) dalam kegiatan Jambore Selam Nasional XI sebagai bentuk upaya kerjasama program “PENJAGA LAUT” dalam bentuk upaya Bersama menjaga laut Indonesia terutama Pulau-pulau terluar dan terdepan.

 

 

What's your reaction?

Related Posts

1 of 2.918